Senin, 26 November 2012

Jagat Raya


1.      PENGERTIAN JAGAT RAYA

Telah diketahui bahwa didalam antariksa atau jagad raya terdapat ribuan galaksi-galaksi lain yang merupakan kepulauan-kepulauan bintang, dan salah satu diantaranya adalah Jalan Susu atau Atau Kali serawu atau Bima sakti. Jelaslah, bahwa susuna atau isi jagad raya adalah kabut-kabut ekstta galaksi, sedang bintang-bintang atau benda langit hanyalah kelompok kabut ini. Jadi, Jagad Raya adalah ruangan yang maha luas, yang tak dapat diketahui atau dibayangkan luasnya. Namun demikian, menurut para ahli dari hasil penelitian mereka dapat menyatakan bahwa ruangan jagad raya ini luasnya ada batas-batasnya juga, bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai.
Jagad raya merupakan tempat berkumpulnya benda-benda angkasa. Dalam kehidupan sehari-hari, jagad raya juga dikenal dengan sebutan alam semesta. Jagad raya mencakup bintang (seperti Matahari), planet-planet, satelit dan benda-benda langit lainnya.
Jagat raya adalah istilah lain dari alam semesta. Jagat raya adalah sebuah ruang tempat segenap benda langit berada, termasuk bumi tempat manusia hidup. Di jagat raya terdapat bermilyar-milyar bintang, planet-planet, komet,meteor. Selain itu di jagat raya juga terdapat debu, kabut dan gas.
Jagad Raya juga diartikan sebagai ruangan yang maha luas, yang tak dapat diketahui atau dibayangkan luasnya. Jagad raya diduga bentuknya melengkung dan dalam keadaan memuai serta terdiri atas galaksi-galaksi atau sistem-sistem bintang yang jumlahnya ribuan.
Luas Jagad Raya tidak terbatas. Hingga saat ini kemampuan manusia melalui Ilmu Pengetahuan dan teknologi belum dapat membuktikan dimana ujung atau dinding ruang jagad raya tersebut. Untuk mengukur luasnya jagad raya, terlebih dahulu kita mengukur luasnya masing-masing benda angkasa. Hal ini tidak memungkinkan, karena benda angkasa yang menempati jagad raya jumlahnya sangat banyak.


2.      ANGGOTA JAGAT RAYA
  
   a. Galaksi
Galaksi adalah tata bintang. Galaksi kita dikenal dengan Bima Sakti. Dalam galaksi kita kira-kira terdapat 200 milyar bintang.Bima Sakti berbentuk spiral (gulungan), tetapi karena Bumi terletak di dalam galaksi, kita melihatnya sebagai pita kabur berisikan bintang-bintang. Bima Sakti kira-kira terbentang selebar 100000 tahun cahaya, dan bagian tengahnya kira-kira setebal 15000 tahun cahaya. Tata surya kita terletak sekitar 30000 tahun cahaya dari pusat galaksi.
      Ciri-ciri Galaksi
         Galaksi mempunyai cahaya sendiri bukan cahaya pantulan.
        Galaksi-galaksi lainnya dapat terlihat berada di luar galaksi Bimasakti
       Jarak antara galaksi yang satu dengan yang lainnya jutaan tahun cahaya
       Galaksi mempunyai bentuk-bentuk tertentu, misalnya: bentuk spiral, bentuk elips, danbentuk tidak beraturan (irregular galaxis).
2      Bentuk-Bentuk Galaksi
         Elips
         Spiral
        Tak Beraturan
     Jenis-Jenis Galaksi
        Galaksi Bimasakti
Pusat galaksi di arah rasi sagitarius. Bintang-bintang utama dalam rasi Sagitarius ditandai dengan titik merah. Tampak bahwa terdapat penampakan seperti bayangan hitam di tengah yang dikelilingi oleh semacam “aura” cemerlang. Bayangan hitam itulah yang menjadi asal usul nama “Bima Sakti”.
Bima Sakti (dalam bahasa inggris Milky Way, yang berasal dari bahasa latin Via Lactea, diambil lagi dari bahasa yunani Γαλαξίας Galaxias yang berarti “susu”) adalah galaksi spiral yang besar termasuk dalam tipe Hublle SBbc dengan total masa sekitar 1012 massa matahari, yang memiliki 200-400 milyar bintang dengan diameter 100.000 tahun cahaya. Jarak antara matahari dan pusat galaksi diperkirakan 27.700 tahun cahaya. Di dalam galaksi bima sakti terdapat system tata surya, yang didalamnya terdapat planet bumi tempat kita tinggal. Diduga di pusat galaksi bersemayam lubang hitam supermasif (black hole). Sagitarius A dianggap sebagai lokasi lubang hitam supermasif ini. Tata surya kita memerlukan waktu 225–250 juta tahun untuk menyelesaikan satu orbit, jadi telah 20–25 kali mengitari pusat galaksi dari sejak saat terbentuknya. Kecepatan orbit tata surya adalah 217 km/d.
Di dalam bahasa Indonesia, istilah “Bima Sakti” berasal dari tokoh berkulit hitam dalam pewayangan, yaitu Bima. Istilah ini muncul karena orang Jawa kuno melihatnya sebagai bayangan hitam yang dikelilingi semacam “aura” cemerlang. Sementara itu, masyarakat Barat menyebutnya “milky way” sebab mereka melihatnya sebagai pita kabut bercahaya putih yang membentang pada bola langit. Pita kabut atau “aura” cemerlang ini sebenarnya adalah kumpulan jutaan bintang dan juga sevolume besar debu dan gas yang terletak di piringan/bidang galaksi. Pita ini tampak paling terang di sekitar rasi sagitarius, dan lokasi tersebut memang diyakini sebagai pusat galaksi.
Galaksi Bima sakti ditemukan oleh astronom Inggris William Hershel pada tanggal 18 Juli 1783. Galaksi Bima sakti terdiri dari 400 miliar bintang dengan garis tengah sekitar 130.000 tahun cahaya.
Diperkirakan ada 4 spiral utama dan 2 yang lebih kecil yang bermula dari tengah galaksi. Dan dinamakan sebagai berikut:
   Lengan Norma
   Lengan Scutum-cruk
   Lengan Sagitarius
  Lengan orion atau Lengan Lokal
   Lengan Perseus
   Lengan Cygnus atau Lengan Luar
        Galaksi Magellan
Gugus bintang ini disebut kabut Magellan, karena ditemukan oleh Magellan pada tahun 1519, berupa galaksi-galaksi yang terletak di konstelasi Dorado dan Tucan.
      Galaksi Ursa mayor
Berjarak 10.000.000 tahun cahaya dari galaksi bima sakti. Bentuk galaksi ursa mayor adalah elips dan rapat. 
         Galaksi Jauh
Galaksi jauh adalah galaksi Silvery, Triangulum, dan whirpool. Galaksi-galaksi yang terletak lebih dari 10.000.000 tahun cahaya dari galaksi bima sakti termasuk galaksi jauh.
        Galaksi Andromeda
Galaksi Andromeda dengan nama lain Messier 31, M31, atau NGC 224 adalah salah satu galaksi di luar galaksi Bima Sakti yang dapat dilihat dengan mata telanjang, asalkan dilihat pada malam yang cerah, tanpa bulan dan tanpa polusi cahaya. Strukturnya mirip dengan galaksi Bima Sakti yaitu berbentuk spiral. Jaraknya sekitar 2,5 jutatahun cahaya. Letaknya di langit adalah di belahan langit utara, sekitar 41 derajat di sebelah utara khatulistiwa langit, baik diamati sekitar bulan September, oktober, november. Dengan mata telanjang, galaksi ini nampak seperti kabut tipis kecil di langit utara, tapi jika diamati dengan teropong yang dapat menampakkan bintang bintang redup di tepian galaksi Andromeda, ternyata ukuran Andromeda bisa lebih dari 7 kali diamter sudut bulan. Galaksi ini berisi sekitar 1 triliun bintang, dan bergerak mendekati Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 300 km/detik.
        Galaksi Mata Hitam (Black Eye)
Observasi mutakhir yang dilakukan teleskop ruang angkasa Hubble telah mengungkap rahasia dari sebuah galaksi raksasa yang dikenal dengan sebutan "Si Mata Hitam" (Black Eye) atau "Evil Eye" (Mata Kejahatan). Rupanya tabrakan dari dua sistem perbintangan masa lalu telah membuat Evil Eye memiliki kenampakan unik dan pergerakan bintang yang aneh.
Evil Eye, atau dalam dunia astronomi dikenal sebagai galaksi M64, memiliki cincin kabut berwarna gelap di sekeliling intinya yang terang benderang. Kabut gelap itu terlihat misterius dan menyeramkan sehingga M64 dijuluki sebagai ’Si Mata Kejahatan’.
b     Bintang
Bintang merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya. Cahaya bintang terdiri atas gas berpijar yang jika diamati mengeluarkan cahaya dengan warna yang berbeda, ada yang putih kebiru-birua, merah, atau kekuning-kuningan. Menurut hukum Fisika, bintang yang memiliki cahaya putih kebiru-biruan memiliki temperature yang tinggi, semakin kemerahan atau kuning maka temperaturnya semakin rendah. Dengan mempelajari bab ini maka kita mengetahui bagaimana proses terbentuknya Jagat Raya, anggota Jagat Raya seperti Galaksi dan bintang, dan lain-lain yang masih menjadi misteri sampai saat ini.

sumber :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar